Michael Owen: Saya Salah Menilai Ole Gunnar Solskjaer

http://glaciereelectrique.info/wp-content/uploads/2020/04/solskjaer-1_ef4843f-4.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Sebuah pengakuan dibuat oleh Michael Owen. Mantan penyerang Manchester United itu mengaku sempat meremehkan kemampuan Ole Gunnar Solskjaer untuk menjadi manajer Setan Merah.

Pada bulan Desember 2018, Manchester United melakukan sebuah langkah yang mengejutkan. Mereka memutuskan memecat Jose Mourinho setelah Setan Merah dipermalukan oleh Liverpool.

Hanya selisih beberapa hari, Ole Gunnar Solskjaer ditunjuk menjadi caretaker Manchester United. Di bulan Maret 2019, manajer asal Norwegia itu diangkat menjadi manajer permanen MU setelah pada saat itu Setan Merah menunjukkan performa yang apik.

Namun perjalanan Solskjaer sebagai manajer permanen MU tidak berjalan mulus. Setan Merah mulai sering menelan hasil buruk, dan di awal musim kemarin mereka sempat nyaris masuk zona degradasi. Tak ayal sejumlah pendukung MU mendesak klub untuk memecat sang manajer.

 

Owen secara terbuka mengaku tidak habis pikir pertama kali Manchester United menunjuk Solskjaer sebagai manajer permanen mereka.

Owen menyebut bahwa pada awalnya ia meragukan bahwa Solskjaer adalah sosok yang tepat untuk membawa MU menjadi penantang gelar lagi.

“Saya harus mengakui bahwa saya mempertanyakan penunjukkan Solskjaer sebagai manajer MU, karena saya merasa tim ini tidak berkembang di bawah asuhannya,” ujar Owen kepada Berita Bola Online.

Namun Owen mengakui bahwa ia telah salah menilai sosok 46 tahun tersebut.

Ia menyebut bahwa Solskjaer saat ini sudah membuktikan bahwa ia memang sosok yang layak untuk menangani Manchester United.

BACA JUGA : Gara-Gara Virus Corona, Peluang Juventus untuk Rekrut Paul Pogba Semakin Mengecil

“Sekitar satu atau dua bulan yang lalu, sebelum kompetisi dihentikan, saya mulai berpikir bahwa apa yang ia [Solskjaer] kerjakan saat ini sudah benar. Ia mulai membangun sebuah tipe tim yang berbeda yang tidak mereka miliki beberapa tahun yang lalu.” ujarnya.

Sebelum kompetisi dihentikan sementara, Manchester United menunjukkan performa yang impresif.

Mereka menjalani 11 laga tanpa kekalahan, di mana mereka mencetak 29 gol dan kebobolan dua gol saja dari 11 laga tersebut.