Tergiur Tawaran dari Qatar, Mandzukic Batal Merapat ke Manchester United?

http://glaciereelectrique.info/wp-content/uploads/2019/10/hi-res-0a2b17afdcfe8e2e74a74c16993be599_crop_north.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Masa depan Mario Mandzukic kembali simpang siur. Terakhir, penyerang Juventus tersebut dikabarkan sedang menimbang tawaran mewah dari klub asal Qatar, Al-Duhail.

Semenjak Maurizio Sarri datang, aksi Mandzukic di lapangan sudah tak pernah lagi terlihat. Mantan pelatih Chelsea tersebut lebih memilih untuk menggunakan jasa Gonzalo Higuain yang tidak begitu impresif di musim lalu.

Pada musim panas kemarin, Juventus berupaya untuk melepas pria berumur 33 tahun itu ke klub lain. Salah satu tim yang dikabarkan tertarik untuk menggunakan jasanya adalah Manchester United.

Kemudian nama Mandzukic mulai sering dibicarakan akan berlabuh di Qatar. Saat itu ada tawaran dari Al-Gharafa yang sampai ke hadapannya. Namun, hingga bursa transfer di Qatar ditutup, kepindahannya tak kunjung terealisasi.

Belakangan ini nama Mandzukic sering dikaitkan dengan Manchester United. Pasalnya, klub berjuluk the Red Devils itu tengah mengalami masalah di lini depannya.

BACA JUGA : Tingkah Konyol Sokratis dan David Luiz Ini Sudah Cukup Menjelaskan Masalah Arsenal

Sebelum menang 3-1 atas Norwich City akhir pekan kemarin, skuat besutan Ole Gunnar Solskjaer itu tak pernah mencetak lebih dari satu gol. Karena itu, rumor mengenai ketertarikan Manchester United terhadap Mandzukic kian ramai dibicarakan.

Namun kansnya untuk pindah ke Old Trafford semakin menipis dengan performa Anthony Martial yang menanjak. Malah, ia dikabarkan sedang mempertimbangkan tawaran dari klub Qatar lainnya, Al-Duhail.

berita bola online menyebutkan bahwa Al-Duhail siap memberikan kontrak dengan gaji yang cukup fantastis, yakni 7,5 juta euro. Dalam laporan yang sama, disebutkan juga bahwa Juventus akan turut berkontribusi dalam pembayaran gaji eks penggawa Bayern Munchen itu.

Sebenarnya, performa Mandzukic di Juventus tidak bisa dikatakan buruk. Pada musim kemarin saja, ia mampu menceatak 10 gol dari 33 kesempatan bermain yang diberi pelatih sebelumnya, Massimiliano Allegri, di semua ajang.

Torehan golnya sendiri selama membela Juventus tak pernah lebih dari 13. Namun itu bisa dikatakan wajar, karena Allegri memasang dirinya tidak di posisi utamanya atas dasar kepentingan strategi. Mandzukic kerap ditempatkan sebagai penyerang sayap kiri.

Sayangnya, Mandzukic harus angkat kaki karena banyaknya materi pemain yang dimiliki Juventus saat ini. Semenjak musim dimulai sampai saat ini, Manduzkic tak pernah lagi terlihat di atas lapangan dengan seragam Bianconeri.