Kekalahan Pedih Arsenal di Baku Membuat Sokratis Meminta Maaf

http://glaciereelectrique.info/wp-content/uploads/2019/05/a1b41acf24cdf0c4639229af6656c09a.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Performa buruk yang ditunjukkan Arsenal pada babak final Liga Europa, Kamis (30/5) lalu memnbuat Sokratis bersedih. Pemain yang berposisi sebagai bek tersebut tak bisa berbuat apa-apa selain meminta maaf kepada para fans.

Sokratis turut serta dalam laga tersebut, di mana Chelsea sebagai lawannya. Di 45 menit pertama yang berakhir dengan kedudukan imbang 0-0, penampilan Arsenal sejatinya cukup menjanjikan.

Tapi mimpi buruk mereka tercipta pada babak kedua. Dalam sekejap, mereka langsung kebobolan empat gol yang dicetak Olivier Giroud, Pedro Rodriguez, dan Eden Hazard. Sementara The Gunners sendiri harus puas dengan gol Alex Iwobi.

Hasil tersebut tidak hanya membuat puasa gelar Arsenal jadi semakin panjang. Mereka juga dipastikan tak bisa berpartisipasi dalam ajang Liga Champions. Seperti yang diketahui, trofi Liga Europa bisa menjadi tiketuntuk ikut di ajang bergengsi itu.

BACA JUGA : Antoine Griezmann Tak Jadi Jadi Prioritas Utama Barcelona

The Gunners dipastikan tak bisa melalui jalur Premier League karena gagal finis di empat besar. Oleh karena itu, Sokratis pun tak bisa memberikan pembelaan apapun dan meminta maaf kepada seluruh penggemar.

“Anda semua pantas mendapatkan yang lebih dan saya minta maaf kami tak bisa memberikan yang kami semua inginkan,” tutur Sokratis melalui media sosial Twitter, seperti yang dikutip dari berita bola online.

“Untuk setiap fans Arsenal yang hadir di Baku dan seluruh dunia, kami meminta maaf. Kami akan bekerja untuk jadi lebih kuat lagi musim depan agar bisa memberikan kesuksesan yang pantas kepada klub,” lanjutnya.

Laga final itu sendiri diselimuti banyak kontroversi. Pertama dimulai dari Henrikh Mkhitaryan yang menolak tampil karena permasalahan politik negaranya, Armenia, dengan tempat digelarnya partai penting itu, Azerbaijan.

Dan diketahui bahwa Baku Olympic Stadium meninggalkan banyak kursi kosong saat pertandingan berlangsung. Hal itu disebabkan oleh sulitnya stadion dicapai oleh para penggemar dari masing-masing tim.

Jarak antara Inggris dan Azerbaijan yang begitu jauh membuat fans kedua tim enggan menyaksikan aksi tim kesayangannya secara langsung. Kebanyakan dari mereka memilih menonton pertandingan di bar terdekat.