Lihat Chelsea Sekarang, Petit Jadi Teringat Masa Kelam Mourinho

http://glaciereelectrique.info/wp-content/uploads/2019/02/skysports-emmanuel-petit-arsenal_4568632.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Terpuruknya Chelsea di pekan ini mengundang perhatian dari berbagai kalangan, tak terkecuali dari Emmanuel Petit yang merupakan legenda tim rival, Arsenal. Ia mengaku teringat dengan masa kelam The Blues kala diasuh Jose Mourinho dulu.

Chelsea, terutama sang pelatih Maurizio Sarri, terus dipojokkan oleh publik menyusul performa buruk kala menghadapi Manchester City di ajang Premier League hari Minggu (12/2) kemarin. Pertandingan itu sendiri berakhir dengan skor telak 0-6 untuk kekalahan The Blues.

Kekalahan itu seolah menambah dalam luka mereka yang belum sembuh setelah dibantai oleh Bournemouth akhir bulan Januari lalu. Padahal, sebelum melawat ke Etihad Stadium, Eden Hazard dkk telah mengantongi modal apik yaitu kemenangan atas Huddersfield.

Berkat itu, Sarri kini dihadapkan dengan pintu keluar Stamford Bridge. Rumor mengenai pemecatannya seperti telah melupakan fakta bahwa pelatih asal Italia tersebut baru ditunjuk sebagai suksesor Antonio Conte pada musim panas kemarin.

Legenda Chelsea, Ron Harris, bahkan sampai meyakini bahwa Sarri hanya punya waktu satu bulan untuk mengoreksi performa buruk bekas klubnya itu. Sedangkan Petit, saat melihat laga terkait, mengaku teringat dengan masa kelam The Blues bersama Mourinho.

BACA JUGA : Robertson Bantah Klopp Dalam Keadaan Tertekan

“Saya yakin Sarri sedang merasa sangat gugup. Bahasa tubuhnya dalam konferensi pers belakangan ini telah menunjukkan ini, seperti apa yang ia lakukan kepada Guardiola,” tutur Petit seperti yang dikutip dari¬†Goal.

” Hal seperti ini tak seharusnya terjadi, dan ketika itu terjadi, anda menunjukkan kepada semua orang – fans, jurnalis, pemain – bahwa anda sedang kehilangan alur. Ini mengingatkan saja dengan masa kegelapan di bawah Jose Mourinho,” lanjutnya.

Sebelum kekalahan ini, Sarri kerap dikritik lantaran memindahkan N’Golo Kante dari posisi favoritnya guna mengakomodasi kehadiran rekrutan dari Napoli, Jorginho. Hal inipun juga tak lepas dari pantauan Petit.

“Dia [Sarri] berkata bahwa dia akan tetap pada rencana awal. Saya paham dan mengapresiasi itu – saya menghormatinya – tapi dia lupa sesuatu yang penting: dia tidak harus meyakinkan media atau fans, dia harus meyakinkan pemainnya sendiri,” tambahnya.

“Apakah Sarri harus dipecat sekarang? Saat Roman Abramovich merasakan tekanan seperti ini, dia tidak akan bergantung pada perasaan. Dia tinggal memotong pohonnya saja,” tandasnya.

Rumor mengenai calon pengganti Sarri pun telah berkembang di tengah-tengah publik belakangan ini. Gianfranco Zola serta legenda Chelsea, Frank Lampard, disebut sebagai dua calon terkuat untuk mengisi pos pelatih jika Sarri benar-benar dipecat.