Dugaan Wenger, Ramsey Tinggalkan Arsenal Bukan karena Uang

http://glaciereelectrique.info/wp-content/uploads/2019/02/15505053951023.jpg

BERITA BOLA ONLINE  – Banyak yang meyakini bahwa Aaron Ramsey menolak perpanjangan kontrak dengan Arsenal karena masalah gaji. Namun mantan pelatih The Gunners, Arsene ZWenger, tampak tak sepakat dengan anggapan tersebut.

Proses negosiasi kontrak Ramsey dan Arsenal menemui jalan buntu jelang akhir tahun 2018 kemarin. Setelahnya, gelandang asal Wales itu menyatakan bahwa dirinya akan meninggalkan Emirates Stadium di akhir musim 2018/2019 mendatang.

Dengan demikian, maka Ramsey berhak melakukan proses negosiasi kontrak bersama klub lain sesuai aturan Bosman Ruling. Pada awal bulan Februari ini, ia mengkonfirmasi bahwa dirinya akan bergabung dengan klub raksasa Serie A, Juventus, untuk musim 2019/2020.

Melalui situs resminya, Juventus mengumumkan bahwa mereka telah mengikat Ramsey dengan kontrak berdurasi empat tahun. Selain itu, kabar yang beredar mengatakan bahwa Ramsey akan mendapatkan bayaran sebesar 400 ribu pounds per pekan.

Sebelum negosiasi kontrak dengan Arsenal menemui jalan buntu, Ramsey dikabarkan tak bersedia memperpanjang masa abdi jika The Gunners tak memberinya penawaran setara dengan Mesut Ozil. Maka, kabar soal gaji Ramsey terlihat seperti sebuah kebenaran.

Namun Wenger meyakini bahwa masalah bayaran bukanlah alasan utama di balik keputusan pindah mantan pemain Cardiff tersebut. Bahkan, pelatih asal Prancis itu sempat berpikir bahwa Ramsey akan bertahan.

“Dalam kasus Ramsey, itu bukan masalah kontrak. Sama sekali bukan. Saya pikir itu bukan masalah finansial dan juga bukan keinginan sang pemain pergi. Selama saya di sana, saya yakin bahwa sang pemain akan bertahan,” tutur Wenger seperti yang dikutip dari  berita bola online.

BACA JUGA : Emre Can Akui Program Latihan Juventus Jauh Lebih Berat dari Liverpool

Prediksi Wenger, eksodus pemain seperti yang dilakukan Ramsey merupakan imbas dari inflasi dalam proses jual beli pemain. Uang yang dilibatkan terlalu besar, sehingga pemain seolah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya demi mendapatkan insentif dari harga pembelian yang tak harus dikeluarkan oleh klub pengincar.

“Sederhana: bursa transfer sekarang sangat besar hingga mereka berpikir ‘bila saya menghabiskan kontrak saya, saya tidak akan mendapatkan seluruh [pengeluaran] transfer [tapi] saya mendapatkan sebagian besar dari itu,” tambah Wenger.

“Menambahi inflasi, artinya insentif finansial untuk seorang pemain adalah dengan menjalankan kontraknya hingga berakhir. Anda akan melihat itu lagi dan lagi, sebab seorang pemain yang bagus di zaman sekarang [berharga] antara 50 dan 100 juta,” sambungnya.

“Jadi, pemain tidak akan dibeli dengan harga segitu. Keinginannya adalah menghabiskan masa kontrak dan berkata kepada klub yang ingin membelinya ‘oke, saya tak ingin 50 [juta] tapi saya ingin sebagian dari itu,” pungkasnya.