Tawuran di Derby Manchester, Wenger Minta Tiru Budaya Sumo

http://glaciereelectrique.info/wp-content/uploads/2017/12/wenger.jpg

BERITA BOLA ONLINE  – Manajer Arsenal, Arsene Wenger meminta dua pihak yang terlibat tawuran di derby Manchester untuk belajar budaya olahraga asal Jepang, sumo. Sebab, disitu terdapat nilai untuk saling menghormati dengan pihak lawan.

Laga antara Manchester United melawan Manchester City dilaporkan berakhir dengan tawuran di lorong masuk stadion Old Trafford. Bentrokan ini disebut ikut menyeret nama Jose Mourinho dan Ederson Moraes dari kedua kubu.

Wenger sejatinya menilai wajar bahwa ada tensi yang panas pada sebuah laga derby. Tapi, wajarnya hal tersebut hanya terjadi di atas lapangan. Karena itu, ia sangat menyesalkan kondisi yang terjadi di Old Trafford.

“Itu adalah bagian dari intensitas dari pentingnya sebuah laga. Kadang memang agak berlebihan,” buka Wenger.
BACA JUGA : Lawan Barca, Conte: Harus Berikan 120 Persen
“Itulah mengapa saat berada di Jepang saya menyukai sumo. Di sumo, Anda tidak akan pernah tahu siapa yang menang. Mereka tidak menunjukkan kebahagiaan karena menghormati lawannya. Hal itu menunjukkan betapa dalam budaya saling menghormati satu sama lain,” urainya.

Wenger sendiri tercatat pernah menjalani karir kepelatihan di Jepan. Ia pernah melatih klub Jepang, Grampus Eight, pada tahun 1995 hingga 1996.

Sejatinya, Wenger juga pernah terlibat insiden dengan United. Momen ini terjadi pada tahun 2004 silam di Old Trafford. Saat itu, pemain Arsenal dan United juga terlibat bentrok di lorong pemain. Sempat ada lemparan pizza Cesc Fabregas pada Alex Ferguson.

“Sangat disayangkan memang, idealnya kami melakukan 100 atau 200 persen di lapangan dan menjadi malaikat setelah itu usai. Anda ingin adanya sebuah gairah di atas lapangan,” tutup pelatih asal Prancis tersebut.