Chicharito: MU Sulit Sukses pasca Sir Alex Ferguson

http://glaciereelectrique.info/wp-content/uploads/2017/08/56217757_ff_chicharito_still.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Mantan pemain Manchester United yang saat ini bermain untuk West Ham, Javier ‘Chicharito’ Hernandez menilai Manchester United kesulitan meraih gelar juara di Premier League pasca pensiun Sir Alex Ferguson. Terkait kondisi seperti ini tak membuatnya terkejut.

Terakhir kali klub bermarkas di Old Trafford tersebut menjuarai liga tertinggi di Inggris yaitu pada tahun 2013 pada era Ferguson. Setelah itu MU tak pernah juara liga lagi hingga sekarang.

Setelah Ferguson hengkang, MU menunjuk David Moyes sebagai pelatih baru mereka. Namun mantan pelatih Everton tersebut gagal melanjutkan kesuksesan Ferguson.

Sempat ditangani Ryan Giggs, MU memilih Louis van Gaal menangani pasukan The Red Devils. Sempat mengembalikan MU bermain di Liga Champions, namun pelatih asal Belanda tersebut kehilangan posisinya karena gagal memenuhi target klub.
BACA JUGA : Cech Kaget dengan Penalti Courtois
Awal musim 2016/2017 lalu, Jose Mourinho dipilih menggantikan Van Gaal. Pada musim pertamanya, pelatih asal Portugal ini juga gagal memberikan gelar Premier League, berakhir di peringkat enam. Namun, Mourinho membawa MU sebagai juara Liga Europa musim lalu dan EFL Cup.

Pada musim baru ini, Mourinho akan kembali berusaha memenuhi harapan fans MU untuk menjadi juara di Inggris. Pertandingan perdana yang akan dihadapi dalam kompetisi Premier League adalah West Ham.

Chicharito yang baru bergabung dengan The Hammers pada musim panas ini tak terkejut jika mantan klubnya yang akan dihadapi akhir pekan ini, kesulitan meraih gelar pada masa transisi seperti sekarang ini.

“Pergantian Sir Alex yang pensiun, kami tahu ini sangat sulit. Ia unik dalam sejarah sepakbola,” ucap pemain asal Meksiko tersebut.

“Kami tahu pasti akan ada transisi. Anda tak bisa memiliki pelatih selama 26 tahun–pelatih terbaik dalam sejarah, meraih segalanya, mengganti skuat setiap dua tahun sekali, mengganti pemain, bahkan terkadang semua staf, pasti akan terjadi transisi.”

“Saya tak terkejut. Wajar. Tak ada yang bisa berharap ketika kami bermain untuk David Moyes dan kami tak menjalani sepakbola di Eropa. Tapi ini adalah bagian dari sepakbola,” sambungnya