PSSI Dihukum FIFA, Babak Baru Sepakbola Indonesia

PSSI Dihukum FIFA, Babak Baru Sepakbola Indonesia

PSSI Dihukum FIFA, Babak Baru Sepakbola Indonesia

Agen Casino Online, Jakarta – Kontroversi selalu mengalir pasca jatuhnya sanksi FIFA pada federasi sepakbola Indonesia. Untuk yang pro, pembekuan ini dinilai adalah babak baru dalam usaha perbaikan sepakbola nasional.

Ketua Tim Kerja Monitoring Persiapan Asian Games 2018 Kementerian Pemuda serta Berolahraga (Kemenpora), Syaifuddin Munis menyampaikan, sanksi FIFA sangatlah mengagetkan umum serta penggemar bola tanah air.

Tetapi, tidak dapat disangkal bahwa kebijakan Menpora, yang dilihat umum sangatlah kontroversial, malah memperoleh support penuh dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) serta beberapa kelompok orang-orang sepakbola tanah air.

” Presiden Joko Widodo sangatlah mensupport penuh kebijakan Menpora untuk pembenahan sepakbola serta pembentukan tim transisi untuk selalu lakukan pembenahan keseluruhan pada system tata kelola sepak bola Indonesia, ” tutur Saifuddin pada wartawan di Malang, Minggu (31/5/2015).

” Karena itu, bagaimanakah pembekuan serta jatuhnya sanksi FIFA pada PSSI itu dapat jadikan momentum babak baru untuk mengatur system tata kelola sepakbola Indonesia yang lebih profesiobal serta berkwalitas, ” imbuhnya.

Momentum itu, tuturnya, mesti diapresiasi oleh semua umum sepakbola tanah air agar reformasi sepakbola dapat secepat-cepatnya bergulir. Baca : Tidak Persoalkan Pembekuan PSSI, Jokowi : Sepakbola Mesti Direformasi Total

” Bergulirnya system pertandingan mesti dikerjakan dengan cara systematis serta menyentuh seluruhnya level pembinaa, dari mulai pembinaan pertandingan amatir antarkampung atau desa, antarsiswa, antarkampus di Perguruan Tinggi, antarkomunitas pemuda profesi, sampai pembinaan klub-klub profesional sebagai tumpuan kehidupan untuk beberapa atlet sepakbola berprestasi, ” tutur Syaifuddin.

Untuk meraih sepakbola yang paling baik, kata dia, mesti dikerjakan dengan baik serta bebas dari perseteruan saat lantas dan terlepas dari ancaman dunia mafia atau perjudian didunia sepak bola.

” Orang-orang sepakbola mesti mengapresiasi kebijakan Menpora serta support tegas Presiden Jokowi yang telah memberi kepastian untuk pembenahan keseluruhan system tata kelola sepakbola baru Indonesia, ” sahutnya.

Lebih jauh Syaifuddin menyatakan, kebijakan pembekuan PSSI serta pembentukan Tim Transisi oleh Kemenpora adalah pintu positif untuk momentum ruangan ekspresi rakyat serta umum penggemar sepakbola, yang telah lama jengkel, jemu serta merindukan prestasi sepak bola Indonesia.

” Rakyat Indonesia mesti optimistis bahwa sepakbola Indonesia bila dikelola dengan cara baik, benar serta profesional, tim merah putih bakal mencapai prestasi di level dunia. Namun usaha itu terang tak instan. Semoga tim merah putih nanti, dapat berprestasi seperi saat Timnas PPD th. 1986 yang pernah memenangkan Group A di level Asia, juara piala kemerdekaan th. 1987, juara SEA Games th. 1987 di Jakarta serta di SEA Games Manila th. 1991, ” terangnya.

Baca Juga : Juve Telah Mempunyai Langkah untuk Hentikan Trio MSN

Ditambahkan, untuk level amatir, satu kesebelasan pelajar Indonesia sempat juga mencapai juara Asia 2 kali pada th. 1985 serta th. 1987 di bawah pelatih Bockard Pape dari Jerman serta kapten Frans Sinatra Howae.

” Yang pasti, sepakbola bukanlah punya segelintir orang. Namun punya bangsa Indonesia, punya rakyat Indonesia. Bila system tata kelola yang didesain oleh tim transisi serta dibawah pembinaan Kemenpora telah jalan aktif serta normal, kita optimistos pemerintah juga bakal lakukan komunikasi yang lebih fresh serta lebih progres dengan AFF, AFC serta FIFA. Rakyat Indonesia tidak mesti kecewa serta terlena tanpa ada semangat untuk melakukan perbaikan sepak bola Indonesia. Waktunya menuju babak baru sepakbola Indonesia yang tambah baik, ” tutupnya.